Dalam rangka mengembangkan kerangka evaluasi yang komprehensif dari kegiatan IOWave09 - 14 Oktober 2009 yang lalu, Tim Nasional dan Tim Lokal IOWave09 menyelenggarakan Review, Recommendation and Next Steps Workshop pada tanggal 9 November 2009. Workshop ini dimaksudkan sebagai forum diskusi evaluasi atas pelaksanaan IOWave09 sekaligus mempersiapkan serangkaian rekomendasi dan rencana tindak lanjut baik di tingkatan regional, nasional maupun lokal. Penyelenggaraan workshop ini berkat kerjasama antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi dengan UNDP Regional Office Jakarta. Adapun peserta workshop meliputi Tim Nasional dan Tim Lokal IOWave09 serta perwakilan observer, perwakilan UN Donors dan jajaran pimpinan dari instansi terkait.
Pelaksanaan diskusi dalam workshop ini berjalan cukup dinamis. Guna mencapai sasaran yang diinginkan, agenda workshop tersusun atas pelaporan dari Observer IOWave09, pemaparan konsep evaluasi komprehensif IOWave09 dan diperdalam dengan pembagian kelompok diskusi pada tingkatan regional, nasional dan lokal. Pembagian ini dimaksudkan untuk memfokuskan rekomendasi dan rencana tindak lanjut sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah khususnya Aceh yang menjadi lokasi pusat kegiatan IOWave09 kemarin.
Dalam pemaparannya, Observer IOWave09 yang terdiri dari perwakilan institusi terkait dalam sistem peringatan dini tsunami menyampaikan penilaian dan serangkaian rekomendasi dan tindak lanjut atas pelaksanaan uji sistem peringatan dini dan komando pengendalian darurat bencana Aceh. Penilaian ini didasarkan atas 10 kriteria penilaian baik pada pelaksanaan di Pusdalops-Satlak maupun di tingkatan komunitas masyarakat. Penilaian tersebut antara lain : a) Tingkatan Pusdalops-Satlak antara lain kondisi lokasi-peralatan dan SDM, reaksi terhadap gempa, penerimaan informasi peringatan dini, analisis dan pengambilan keputusan, diseminasi peringatan dini dan koordinasi provinsi-kabupaten/kota, b) Tingkatan komunitas masyarakat antara lain ketersediaan alat diseminasi, reaksi terhadap gempa, reaksi terhadap peringatan dini, dan proses evakuasi.
Tim Media IOWave09 dalam kesempatan ini juga melaporkan lingkup publikasi dan diseminasi informasi kegiatan IOWave09. Tim media bertugas untuk membentuk jaringan media yang berperan aktif dalam diseminasi informasi peringatan dini dan proses tanggap darurat. Berbagai rangkaian kegiatan media telah dilaksanakan mulai dari pelatihan, pemeranan dalam table top simulation, dan pembentukan media center dalam pelaksanaan uji sistem Aceh. Tanggapan positif atas pelaksanaan uji sistem 14 Oktober 2009 kemarin menunjukkan adanya komitmen yang tinggi dari media sebagai wahana diseminasi informasi peringatan dini di daerah.
Selanjutnya, workshop membahas agenda pemaparan konsepsi evaluasi komprehensif IOWave09. Konsepsi ini menetapkan 5 indikator utama dalam penentuan status kualitas uji sistem peringatan dini dan komando pengendalian darurat bencana. Kelima indikator utama tersebut merupakan integrasi substansi dari 6 prosedur yang diujikan, 10 kriteria observasi, dan temuan penting nasional dan lokal. Kelima indikator tersebut antara lain (1) sistem dan rantai peringatan, (2) analisis, penyebaran, respons arahan, (3) komando dan pengendalian, (4) koordinasi institusi dan tupoksi, serta (5) infrastruktur (struktur dan kultur). Kekuatan keberhasilan kelima indikator utama ini akan menentukan status kualitas uji sistem yang ditetapkan terbagi ke dalam status Awas, Siaga, Waspada dan Tanggap.
Workshop diakhiri dengan presentasi hasil diskusi kelompok nasional dan lokal yang menyampaikan rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Keseluruhan rekomendasi hasil workshop akan ditindaklanjuti dengan penyusunan laporan akhir IOWave09 sebagai bahan Indonesia dalam forum pertemuan Working Group 5 ICG-IOTWS di Perth, Australia 30 Nopember 2009. Disamping itu rangkaian rekomendasi ini akan juga disampaikan kepada Platform Nasional dan Rencana Aksi Daerah Aceh dalam bulan Nopember ini juga.